Kalapas Semarang Dorong Sebaran Info Positif
Pada apel pagi yang digelar di Lapas Semarang, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Semarang, Tri Saptono Sambudji, memberikan arahan penting kepada seluruh petugas yang hadir. Dalam amanatnya, Tri Saptono menegaskan pentingnya bagi setiap petugas untuk aktif menyebarkan berita-berita positif terkait kegiatan dan program yang ada di Lapas Semarang.
Pentingnya Penyebaran Informasi Positif
Kalapas Tri Saptono memandang penyebaran informasi positif sebagai bagian krusial dalam membentuk citra lembaga. “Berita-berita baik harus lebih sering disebarkan, agar masyarakat memahami berbagai perubahan dan kemajuan yang telah dicapai di Lapas Semarang,” ungkap Tri Saptono. Ia menambahkan bahwa sering kali masyarakat hanya menerima informasi negatif yang bisa menciptakan stigma buruk terhadap lembaga pemasyarakatan. Oleh karena itu, penting bagi para petugas untuk berperan dalam meluruskan persepsi publik dengan menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang.
Kalapas Semarang Dorong Sebaran Info Positif
Menurut Kalapas, Lapas Semarang https://www.waterbrookapthomes.com/ telah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada warga binaan. Salah satu contohnya adalah program pembinaan keterampilan dan pendidikan yang membantu warga binaan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat setelah masa tahanan berakhir. “Hal-hal seperti inilah yang seharusnya lebih banyak diberitakan kepada publik,” ujar Kalapas.
Strategi Meningkatkan Pemberitaan Positif
Untuk meningkatkan intensitas pemberitaan positif, Tri Saptono mengajak para petugas untuk lebih proaktif dalam mempublikasikan kegiatan sehari-hari di Lapas. Hal ini bisa dimulai dengan pelaporan secara teratur mengenai berbagai kegiatan, program pelatihan, serta prestasi yang dicapai oleh warga binaan. Selain itu, petugas juga diminta untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan penting dan menyebarkannya melalui berbagai platform media sosial.
Media sosial menjadi salah satu alat yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi secara cepat dan luas. “Di era digital ini, penggunaan media sosial menjadi salah satu kunci utama dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkannya dengan baik untuk menyampaikan pesan-pesan positif,” tutur Tri Saptono.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan media massa, baik lokal maupun nasional, agar pemberitaan yang lebih luas bisa dicapai. Menurutnya, melalui kerja sama yang baik dengan media, informasi terkait berbagai program inovatif di Lapas Semarang dapat tersebar ke seluruh lapisan masyarakat.
Meningkatkan Citra Lapas melalui Publikasi
Lebih jauh lagi, Kalapas Tri Saptono mengingatkan bahwa tugas petugas pemasyarakatan bukan hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Mereka juga memiliki peran dalam menjaga citra lembaga di mata masyarakat. “Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga nama baik institusi ini. Setiap informasi yang kita sebarkan akan berdampak langsung pada persepsi masyarakat terhadap Lapas Semarang,” jelasnya.
Dalam era informasi seperti saat ini, pemberitaan negatif dapat menyebar dengan sangat cepat. Namun demikian, Kalapas percaya bahwa berita positif yang terus diupayakan akan mampu membentuk citra lembaga yang lebih baik di masa depan. “Kita harus optimis bahwa dengan lebih sering mengedukasi masyarakat melalui informasi yang benar, pemahaman mereka tentang lapas akan berubah,” imbuhnya.
Selain itu, Tri Saptono mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi di lingkungan Lapas. Petugas diharapkan tidak segan-segan untuk berbagi informasi yang transparan dan objektif terkait berbagai kegiatan yang dilakukan di Lapas Semarang. Hal ini akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Prestasi dan Program Lapas Semarang
Sebagai bagian dari upaya menyebarkan berita positif, Lapas Semarang telah meluncurkan beberapa program unggulan. Salah satunya adalah program pelatihan keterampilan bagi warga binaan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat mandiri setelah masa tahanan selesai. Selain itu, ada juga program pendidikan yang bekerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan di sekitar Semarang. Program ini membantu warga binaan yang ingin melanjutkan pendidikan formal selama masa tahanan.
Lapas Semarang juga mengadakan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan warga binaan, seperti bakti sosial dan kegiatan olahraga bersama. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga untuk membangun semangat kebersamaan di antara warga binaan.